Selasa, 03 Agustus 2021

Survei Indostrategic: 60,4% Responden Puas Kinerja Jokowi-Ma'ruf

 


Lembaga Indostrategic memaparkan rilis terkait tingkat kepuasan atas kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebanyak 60,4% responden puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf.

Survei ini dilakukan pada 23 Maret-1 Juni 2021 dengan total responden 2.400 yang tersebar di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan metode multistage random.

Survei ini dilakukan secara tatap muka dengan mengedepankan protokol kesehatan. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2%.

Umam menyebut 60,4% itu gabungan dari indikator sangat puas dan puas. Mayoritas responden menjawab puas.

"60,4% cenderung puas dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin," kata Umam, Selasa (3/8/2021).

Sedangkan responden yang cenderung tidak puas terdapat 35%.Kemudian sisanya sebesar 4,60% tidak menjawab.

"35% cenderung tidak puas dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, 4,60% tidak menjawab," ujar Umam.

Lalu, dalam survei ini Indostrategic juga memaparkan tingkat kepercayaan responden terhadap lembaga pemerintah. TNI menjadi lembaga yang paling dipercaya, disusul lembaga kepresidenan dan pemda.

Berikut ini hasil lengkapnya:

TNI 84,9%

Lembaga Kepresidenan 79,8%

Pemda 76,3%

Polri 73,4%

KPK 73,4%

KPU 69,6%

MA 68,5%

MK 67,83%

Kejaksaan 65,8%

DPRD/DPD 63,38%

DPR 60,38%

Partai Politik 58,3%

Kemudian dalam survei ini, Umam juga mempertanyakan kepada responden terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Sebanyak 80,7% responden tegas menolak.

"Terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode, sebanyak 80,7% masyarakat menolak, 7,4% setuju, dan 12% mengaku tidak tahu atau tidak menjawab," ujar Umam.


SUMBER

fb://photo/4533527010031360?set=a.360815407302562&sfnsn=wiwspmo

Cara Dapatkan Token Listrik Gratis PLN Lewat Ponsel Mulai Juli Hingga Desember 2021



PLN melanjutkan program stimulus token listrik gratis hingga Desember 2021. Untuk mendapatkan program tersebut, ada beberapa hal yang wajib dipahami pelanggan.

Untuk mendapatkan token listrik secara gratis dari PLN selama periode Juli-Desember 2021, dapat dilakukan melalui smartphone. 

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN Bob Saril mengemukakan, program stimulus ini nantinya akan diberikan langsung pada setiap pelanggan.

Diskon akan langsung dipotongkan pada tagihan listrik tiap bulannya.

Sementara pelanggan prabayar, diskon akan diberikan saat pembelian token listrik.

Hal serupa juga diberikan pada pelanggan prabayar dengan daya 450 VA.

Bagi yang memeroleh program stimulus PLN berupa pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, nantinya pemberian token listrik gratis akan dilakukan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik pelanggan sosial, bisnis, dan industri.

Potongan itu hanya akan diberikan untuk biaya beban atau abonemen dan biaya pemakaian rekening minimum.

Berikut rincian besaran program stimulus PLN untuk diskon token listrik gratis:

Diskon 50% diberikan bagi pengguna listrik golongan rumah tangga, bisnis, dan industri kategori 450 VA

Diskon 25% diberikan bagi pengguna listrik golongan rumah tangga kategori daya 900 VA bersubsidi yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

Cara Dapat Token Listrik Gratis PLN Periode Juli-Desember 2021, melalui smartphone:

Unduh aplikasi PLN Mobile melalui playstore atau app-store.

Buka aplikasi PLN Mobile dan pilih info Stimulus

Masukkan nomer meter/ID pelanggan pada kolom yang tersedia lalu klik kirim

Setelah itu, akan muncul rincian penerimaan stimulus selama masa diskon tarif

Bagi pengguna prabayar, akan muncul link pembelian token melalui PLN Mobile serta informasi stimulus token yang diperoleh sebelumnya

Bagi pengguna pascabayar, akan muncul link untuk membayar tagihan listrik serta informasi besaran stimulus yang didapatkan sebelumnya.

Apabila dalam prosesnya mengalami kesulitan, Kementerian ESDM telah menyediakan layanan pengaduan yang dapat diakses, yakni:

Melalui aplikasi PLN Mobile

Menghubungi layanan pengaduan PLN: 123

Melalui layanan pegaduan konsumen listrik Kementerian ESDM: konsumen.listrik@esdm.go.id

SUMBER https://www.salambunda.info/2021/08/ini-cara-dapatkan-token-listrik-gratis.html?m=1

Joko Widodo (Jokowi) putuskan untuk memperpanjang PPKM Level 4


Presiden Joko Widodo (Jokowi) putuskan untuk memperpanjang PPKM Level 4 mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.

Senin, 2 Agustus 2021 merupakan hari terakhir Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 Jawa-Bali.

Presiden Jokowi melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden menyampaikan Perkembangan Terkini PPKM dan memutuskan untuk memperpanjang hingga 9 Agustus 2021.

Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan.

Baca juga: Sebaran 22.404 Kasus Baru Positif Covid-19 Senin, 2 Agustus 2021: Maluku Tambah 51 Pasien

Dalam konferensi persnya, Jokowi menjadikan keberhasilan perpanjangan PPKM Level 4, 26 Juli-2 Agustus 2021 sebagai tolok ukur untuk kembali melanjutkan PPKM.

"PPKM Level 4 yang diberlakukan 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021 kemarin, telah membawa perbaikan di skala nasional dibandingkan sebelumnya," kata Jokowi, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.

"Baik dalam hal konfirmasi kasus harian, tingkt kasus aktif, tingkat kesembuhan, dar persentase bor."

"Oleh karena itu dengan memeprtimbangkan perkembangan beberapa indikator kasus pada minggu ini, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten/kota tertentu dengan penyesuaian pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat sesuai kondisi masing-masing daerah," terangnya.

Perpanjangan PPKM level 4 ini diimbangi dengan penyaluran berbagai macam bantuan untuk masyarakat.

"Dan untuk mengurangi beban masyarakat akibat berbagai pembatsan mobilitas dan aktivitas sosial ekonomi, pemerintah tetap mendorong percepatan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat," lanjutnya.

Adapun program bantuan yang disalurkan pemerintah saat ini yaitu Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, Bantuan UMKM hinggaBantuan Subsidi Upah.

Update Covid-19 Senin, 2 Agustus 2021

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 22.404 pasien, Senin (2/8/2021).

Dengan demikian, jumlah kumulatif menjadi 3.462.800 kasus sejak pertama kali pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Sementara itu, pasien meninggal dunia bertambah 1.568 kasus dalam waktu 24 jam.

Tambahan kasus kematian hari ini membuat angka kumulatif meninggal dunia menjadi 97.291 kasus.

Kabar baiknya, sebanyak 32.807 pasien dinyatakan sembuh sehingga angka kesembuhan kumulatif menjadi 2.842.345 kasus.

Tambahan kasus positif ini tersebar di seluruh wilayah indonesia.

Provinsi Maluku menyumbangkan 51 kasus baru positif Covid-19, 173 kesembuhan, dan 3 kasus meninggal dunia.

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di 34 provinsi di Indonesia mengutip laman Covid19 .go.id adalah sebagai berikut.

- Jateng 3.218

- Jatim 2.489

- Jabar 2.341

- DI Yogyakarta 1.566

- DKI Jakarta 1.410

- Kalimantan Timur 1.086

- Riau 1.077

- Banten 1.061

- Bali 1.044

- Sumatera Barat 982

- Sumatera Utara 651

- Sulawesi Tengah 543

- Sulawesi Selatan 540

- Lampung 472

- Kalimantan Selatan 470

- NTT 410

- Kepulauan Riau 406

- Bangka Belitung 344

- Bengkulu 314

- Kalimantan Tengah 285

- Kalimantan Utara 254

- Sumatera Selatan 184

- Papua 173

- Kalimantan Barat 170

- NTB 150

- Sulawesi Tenggara 135

- Sulawesi Utara 126

- Papua Barat 118

- Gorontalo 94

- Sulwesi Barat 80

- Jambi 63

- Aceh 62

- Maluku 51

- Maluku Utara 35


Sumber : Fanpage_FB Koran Pesbuk

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4531599896890738&substory_index=0&id=359345110782925&sfnsn=wiwspmo


PPKM Diperpanjang, Luhut Klaim Kasus COVID-19 Turun 50 Persen

 


Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim, kasus COVID-19 di Indonesia menurun signifikan hingga 50 persen sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dia berharap, ke depannya kasus akan semakin turun tapi tetap harus berhati-hati. 
“Ini kalau kita lihat bahwa puncaknya pada tanggal 15 Juli sampai hari kemarin, dan tadi saya kira juga masih penurunan, kita melihat angka itu sudah 50 persen,” kata Luhut dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8/2021).

1. Luhut sebut BOR di Jakarta dan Bandung menurun sejak PPKM level 4

Selain kasus COVID-19, Luhut juga menyebut keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di beberapa daerah juga menurun. Salah satunya adalah di DKI Jakarta.

“Saya kira kita bisa lihat Jakarta, juga Bandung, beberapa tempat lainnya yang rumah sakitnya, BOR-nya sudah mulai membaik,” ujar Luhut.

2. Luhut minta masyarakat tetap mewaspadai varian Delta COVID-19

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini berharap agar kasus terus menurun ke depannya. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati pada varian Delta COVID-19.

“Dalam penerapan PPKM level 4 dan 3 yang akan dilakukan pada tanggal 3 Agustus terdapat 12 kabupaten/kota yang masuk ke level 3 dan 1 kabupaten masuk level 2. Namun terdapat beberapa kabupaten/kota yang akhirnya harus kembali ke level 4, Bukan karena peningkatan kasus, tetapi lebih kepada peningkatan kasus kematian,” jelas Luhut.

3. Indeks mobilitas semakin meningkat saat PPKM level 4 dilonggarkan

Meskipun kasus COVID-19 semakin menurun, namun ternyata indeks mobilitas justru semakin meningkat. Peningkatan tersebut terjadi saat PPKM level 4 dilonggarkan minggu lalu.

“Indeks mobilitas memang mengalami sedikit kenaikan dan sudah kami prediksi akibat pelonggaran yang dilakukan,” terang Luhut.

SUMBER https://www.idntimes.com/news/indonesia/teatrika/ppkm-diperpanjang-luhut-klaim-kasus-covid-19-turun-50-persen/3

BORUTO EPISODE 221 SUB INDO